Ruang Kepenulisan Bekali Mahasiswa Baru Tadris IPS dengan Keterampilan Menulis Akademik
- Diposting Oleh Admin Web Prodi TIPS
- Senin, 21 September 2026
- Dilihat 30 Kali
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (Tadris IPS) menyelenggarakan kegiatan Ruang Kepenulisan dengan tema “Menulis Secara Sistematis, Berpikir Kritis, Berkarya Secara Akademis” pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Gedung J Universitas Islam Negeri Madura tersebut menghadirkan Salman Alfarisi sebagai pemateri dan diikuti oleh mahasiswa baru Tadris IPS angkatan 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan penulisan makalah sebagai upaya membekali mahasiswa baru dengan kemampuan dasar dalam menyusun karya tulis akademik. Materi yang diberikan mencakup teknik menentukan topik, menyusun rumusan masalah, mencari referensi yang relevan, melakukan sitasi, menyusun pembahasan, hingga membuat daftar pustaka.
Pengurus HMPS Tadris IPS yang diwakili oleh Alief Sani Nur Fitrih Septiana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan menulis akademik bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan menulis akademik bagi mahasiswa, khususnya dalam menyusun makalah yang sistematis dan sesuai dengan kaidah ilmiah,” ujar Alief.
Menurutnya, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan topik, menyusun struktur makalah, mencari sumber yang relevan, serta menggunakan bahasa akademik. Karena itu, Ruang Kepenulisan dihadirkan sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam menulis secara akademik.
Tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, HMPS Tadris IPS juga menggabungkan teori dengan praktik. Peserta diarahkan untuk mencoba menyusun bagian-bagian makalah berdasarkan materi yang telah disampaikan. Pendekatan tersebut memungkinkan peserta mengetahui kesalahan dalam penulisan sekaligus memperbaikinya secara langsung.
Alief mengatakan, tantangan yang dihadapi panitia dalam kegiatan tersebut salah satunya adalah menyesuaikan kemampuan peserta yang berbeda-beda serta memastikan kegiatan berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan. Panitia mengatasinya melalui koordinasi, pembagian tugas, persiapan materi dan teknis, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Salah satu peserta, Aisyatunnisak, mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mengetahui cara membuat makalah dengan benar, termasuk penyusunan dan penggunaan kata yang tepat.
“Sebelum mengikuti kegiatan ini, bagian yang paling sulit bagi saya adalah rumusan masalah dan kesimpulan,” ungkapnya.
Setelah mengikuti kegiatan, Aisyatunnisak menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa baru yang belum memiliki banyak pengalaman dalam membuat makalah.
“Relevan banget, soalnya ada sebagian mahasiswa tidak terlalu banyak pengalaman cara membuat makalah. Dengan adanya kegiatan tersebut dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui bagaimana cara membuat makalah,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa tidak hanya mempertahankan penyampaian materi, tetapi turut memperbanyak praktik. Menurutnya, praktik dapat membantu panitia mengetahui mahasiswa yang sudah memahami penulisan makalah maupun yang masih membutuhkan pendampingan.
Hal serupa disampaikan peserta lainnya, Moh. Alfian Firdaus. Ia mengatakan bahwa keikutsertaannya didorong oleh keinginan untuk memahami penulisan makalah. Sebelum mengikuti kegiatan, ia berharap dapat mengetahui dan memahami proses penulisan makalah dengan lebih baik.
Alfian menilai penyampaian materi dalam kegiatan tersebut berlangsung menarik dan mudah dipahami. Ia juga merasakan adanya perubahan dalam pemahamannya mengenai penulisan makalah setelah mengikuti kegiatan.
“Bukan cuman ada tapi banyak,” jawab Alfian ketika ditanya mengenai perubahan pemahaman dan kebiasaan dalam menulis makalah setelah mengikuti kegiatan.
Menurut Alfian, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya penulisan akademik yang sistematis, argumentatif, dan berbasis sumber.
Ia berharap kegiatan Ruang Kepenulisan dapat dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan akan membantu mahasiswa, terutama mahasiswa baru, dalam memahami berbagai hal yang sebelumnya belum mereka ketahui mengenai penulisan akademik.
Sementara itu, HMPS Tadris IPS berencana melakukan evaluasi setelah kegiatan untuk mengetahui kekurangan serta hasil yang diperoleh peserta. Evaluasi tersebut juga menjadi bahan untuk mengembangkan kegiatan kepenulisan berikutnya.
Alief menyampaikan bahwa HMPS tidak ingin kegiatan tersebut berhenti sebagai kegiatan satu kali. Kegiatan kepenulisan, diskusi, maupun pendampingan penulisan makalah dan karya ilmiah dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya akademik di lingkungan Tadris IPS.
Melalui Ruang Kepenulisan, mahasiswa baru Tadris IPS angkatan 2026 tidak hanya diperkenalkan pada struktur dan teknik penyusunan makalah, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan menulis yang sistematis serta memahami proses menghasilkan karya akademik.