GENESIS Tadris IPS Resmi Dilantik, Siapkan Program Penguatan Informasi dan Branding Prodi
- Diposting Oleh Genesis_web
- Kamis, 1 Oktober 2026
- Dilihat 69 Kali
Pamekasan, 23 September 2026 — GENESIS (Generasi IPS Eksis) resmi dilantik sekaligus melaksanakan rapat kerja pada Rabu (23/9/2026) di Aula Mini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah dosen serta pengurus GENESIS sebagai langkah awal dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus menyusun program kerja yang akan dilaksanakan ke depan.
Pelantikan dan rapat kerja tersebut menjadi momentum bagi GENESIS untuk menentukan arah organisasi, khususnya dalam mendukung pengembangan mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (Tadris IPS), memperkuat branding program studi, serta menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan informasi, gagasan, dan karya melalui berbagai media.
Salah satu dosen yang hadir yaitu bapak Dr. A. Fatikhul Amin A., menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa persoalan mahasiswa Tadris IPS yang perlu mendapatkan perhatian, terutama dalam hal pengembangan diri di bidang akademik dan etika berorganisasi. Menurutnya, kegiatan mahasiswa perlu diarahkan tidak hanya pada aktivitas organisasi, tetapi juga pada pembentukan budaya akademik dan kemampuan berpikir kritis terhadap kondisi di sekitar.
“Persoalan mahasiswa TIPS yang perlu ada perhatian khusus itu kurangnya kegiatan pengembangan diri bidang akademik dan etika berorganisasi sehingga perlu membuat kegiatan yang mengarahkan pada budaya akademik dan pemikiran kritis terhadap kondisi sekitar serta berorganisasi yang menumbuhkan sikap idealis,” ujar Bapak Amin.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran GENESIS bukan untuk menandingi organisasi mahasiswa yang sudah ada. GENESIS diharapkan dapat menjadi bagian yang memperkuat peran mahasiswa, khususnya dalam membangun branding Program Studi Tadris IPS agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
“Genesis dibentuk bukan untuk menandingi organisasi yang ada, tapi untuk memperkuat peran mahasiswa di bidang branding prodi agar lebih mudah dikenal masyarakat luas,” jelasnya.
Menurut Bapak Dr A. Fatikhul Amin Abdullah, keberhasilan sebuah organisasi tidak dapat hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Lebih dari itu, keberhasilan perlu dilihat dari seberapa besar dampak yang diberikan oleh organisasi kepada mahasiswa maupun masyarakat sekitar.
“Keberhasilan sebuah organisasi bukan banyaknya atau besarnya kegiatan, tapi seberapa besar dampak hadirnya organisasi tersebut karena inti dari semua yang kita lakukan adalah manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan hanya sekadar ada,” ungkapnya.
Dalam menjalankan organisasi, ia juga mendorong adanya keterbukaan terhadap kritik dan evaluasi. Menurutnya, setiap pihak memiliki kemungkinan melakukan kesalahan dan kekurangan sehingga kritik perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses perbaikan organisasi.
“Setiap pihak tidak pernah terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu, siapapun boleh mengkritik dan siap dikritik sebagai upaya kemajuan bersama dalam organisasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa berbagai persoalan yang muncul dalam organisasi dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kompromi dalam diskusi yang santun. Sementara itu, pihak program studi akan memberikan dukungan terhadap kegiatan GENESIS selama kegiatan tersebut bersifat positif dan sesuai dengan kemampuan serta kemaslahatan bersama.
Hal senada disampaikan Bapak Hadiatur Rahman yang menyoroti persoalan keaktifan pengurus dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan adalah ketika hanya sebagian anggota yang aktif, sementara sejumlah program kerja tidak berjalan sebagaimana yang telah direncanakan.
“Persoalannya terbesar yaitu yang aktif hanya anggota, banyak program yang tidak berjalan. Lebih solid dan semangat aktif maka banyak pengalaman yang didapat oleh pengurus,” ujarnya.
Ia berharap pengurus GENESIS dapat membangun solidaritas dan meningkatkan keaktifan dalam menjalankan tugas. Keaktifan tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman bagi pengurus sekaligus membantu organisasi dalam merealisasikan program kerja yang telah disusun.
Untuk memastikan program berjalan, evaluasi akan dilakukan secara rutin melalui progres report. Apabila terdapat pengurus yang mengalami kendala atau melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas, koordinasi dengan ketua akan dilakukan untuk mencari solusi bersama.
“Akan ada evaluasi secara rutin dari progres report. Maka berkoordinasi dengan ketua untuk mencari solusi tentang pengurus yang mengalami kesalahan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua GENESIS, Salman Al Walidi, menyampaikan bahwa dirinya memiliki target konkret untuk menjadikan GENESIS sebagai wadah yang dapat bekerja sama dengan program studi dalam memperkenalkan Tadris IPS kepada masyarakat. Selain itu, GENESIS juga diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan informasi, gagasan, dan ide dalam bentuk tulisan maupun konten lainnya.
“Target konkret saya di Genesis ini adalah menjadikan Genesis sebagai wadah yang mampu bekerja sama dengan prodi agar dapat mengenalkan prodi kepada masyarakat. Tidak hanya itu, saya ingin menjadikan Genesis sebagai wadah atau ruang bagi mahasiswa TIPS untuk menyampaikan informasi, gagasan atau ide dalam bentuk tulisan,” ujar Salman.
Menurutnya, keberhasilan GENESIS nantinya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah program kerja yang terlaksana. Beberapa indikator yang akan diperhatikan meliputi konsistensi publikasi, keterlibatan anggota dalam proses peliputan dan produksi konten, jumlah karya yang dihasilkan, serta respons mahasiswa terhadap informasi yang disajikan.
“Ukuran keberhasilan kami bukan hanya banyaknya program, tetapi seberapa jauh program dan karya tersebut memberikan manfaat,” katanya.
Dalam pelaksanaan program kerja, Salman menegaskan bahwa seluruh anggota memiliki tanggung jawab sesuai dengan divisi dan tugas masing-masing. Setiap anggota bertanggung jawab secara pribadi terhadap tugas yang diberikan, sedangkan dirinya sebagai ketua memiliki tanggung jawab untuk memastikan program kerja berjalan sesuai dengan hasil rapat kerja yang telah disepakati.
Program kerja GENESIS direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026. Kehadiran organisasi ini diarahkan sebagai ruang informasi, dokumentasi, sekaligus penyampaian gagasan mahasiswa Tadris IPS.
“Menurut saya, posisi Genesis adalah sebagai ruang informasi, dokumentasi, dan penyampaian gagasan mahasiswa TIPS. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan informasi tentang kegiatan kampus, tetapi juga membutuhkan ruang untuk menyampaikan perspektif, pengalaman, dan persoalan yang mereka temui,” jelas Salman.
Pelantikan tersebut juga menjadi bentuk keseriusan pengurus dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh program studi. Selain program kerja baru, GENESIS memiliki sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan, di antaranya membenahi website, membuat video profil, membuat mars Tadris IPS, serta menjalankan program baru berupa podcast.
Dalam hal kaderisasi, Salman menyampaikan bahwa proses pembinaan anggota tidak akan hanya dilakukan melalui pemberian materi. Anggota akan dilibatkan secara langsung dalam berbagai proses kerja organisasi, mulai dari peliputan, penulisan berita, wawancara, produksi konten, hingga proses editorial sesuai dengan bidang masing-masing.
“Kami akan memastikan kaderisasi tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi, tetapi melalui proses belajar dan praktik secara langsung,” ungkapnya.
Pembagian tugas nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anggota, tetapi tetap memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang di bidang lain. Setiap tugas juga akan memiliki target dan evaluasi sehingga anggota tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan.
Melalui pelantikan dan rapat kerja tersebut, GENESIS mulai menjalankan perannya sebagai salah satu wadah mahasiswa Tadris IPS dalam bidang informasi, dokumentasi, publikasi, dan penyampaian gagasan. Ke depan, keberadaan GENESIS diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, program studi, dan masyarakat.