Menelusuri Jejak Peradaban Pesantren: PLK Tadris IPS 2026 Menggali Genealogi dan Peran Strategis Nurul Cholil Bangkalan
- Diposting Oleh Admin Web Prodi TIPS
- Kamis, 30 April 2026
- Dilihat 35 Kali
Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura menyelenggarakan kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) tahun 2026 pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 43 mahasiswa angkatan 2025 kelas A dan B, serta didampingi oleh 7 dosen Tadris IPS. PLK merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam yang diampu oleh Bapak Dr. A. Fatikhul Amin Abdullah, M.Pd., dengan lokasi kegiatan di Pondok Pesantren Nurul Cholil.
Kegiatan berlangsung di aula utama pesantren dan disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren, KH. Abdullah Zubair Muntashor. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan mahasiswa Tadris IPS. Bahkan, beliau menegaskan bahwa kehadiran rombongan mahasiswa menjadi hari istimewa bagi keluarga besar pesantren, sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi keilmuan dan silaturahmi akademik.
Dalam kegiatan PLK ini, mahasiswa secara aktif melakukan penelusuran historis dan kajian lapangan terkait berbagai aspek penting pesantren, di antaranya genealogi dan perkembangan awal pesantren, peran serta pemikiran Kiai Kholil Bangkalan sebagai tokoh sentral, serta posisi pesantren sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat. Mahasiswa juga mengkaji dinamika pesantren dalam konteks politik dan nasionalisme, termasuk kontribusinya dalam membentuk kesadaran kebangsaan.
Selain itu, mahasiswa mendalami tradisi keilmuan dan budaya yang berkembang di lingkungan pesantren, mulai dari sistem transmisi ilmu, praktik pembelajaran klasik, hingga nilai-nilai kultural yang diwariskan secara turun-temurun. Kajian ini diperluas dengan melihat kontribusi pesantren terhadap peradaban dunia, khususnya dalam pengembangan keilmuan Islam yang moderat dan berkelanjutan.
Melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi lapangan, mahasiswa memperoleh pengalaman autentik dalam memahami peran strategis pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat peradaban, penguatan nilai-nilai keislaman, serta penggerak transformasi sosial.
Kegiatan PLK ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran historis dan intelektual mahasiswa Tadris IPS, sekaligus memperkuat integrasi antara teori dan praktik dalam studi Sejarah Pendidikan Islam. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan perspektif kritis dan apresiatif terhadap warisan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya pesantren sebagai pilar utama peradaban bangsa.