Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

tips@iainmadura.ac.id

FGD Pengembangan Kompetensi Dosen TIPS Bahas Transformasi Kurikulum Berbasis OBE

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi TIPS
  • Senin, 22 Juni 2026
  • Dilihat 15 Kali
Bagikan ke

Pamekasan – Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) UIN Madura menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kompetensi Dosen pada Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 07.30 WIB di Ruang Pertemuan Lantai 2 Rektorat UIN Madura. FGD kali ini  mengusung tema “Transformasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE): Mencetak Lulusan yang Adaptif, Kompeten, dan Siap Menjawab Tantangan Zaman”. Acara ini dimoderatori oleh Agung Dwi Bahtiar El Rizaq dengan menghadirkan Dr. Nuansa Bayu Segara, M.Pd. sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut diikuti oleh 49 Peserta termasuk dosen Program Studi TIPS sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum berbasis OBE.

Dalam sambutannya, Kaprodi TIPS menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis OBE telah melalui berbagai tahapan yang sistematis. Proses tersebut dimulai dari analisis kurikulum, pendampingan intensif bersama narasumber, penyusunan draf, hingga tahap reviu dan penyempurnaan. Menurutnya, penyusunan kurikulum tidak dilakukan secara sembarangan karena didukung oleh hasil tracer study dan berbagai masukan dari pemangku kepentingan. Data tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lulusan dan dunia kerja. Dengan demikian, kurikulum yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan dan perkembangan zaman.

Kaprodi TIPS juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr. Nuansa Bayu Segara, M.Pd. yang telah mendampingi proses penyusunan kurikulum secara mendalam. Pendampingan tersebut tidak hanya mencakup substansi kurikulum, tetapi juga hal-hal teknis seperti penyusunan redaksi dan penggunaan tanda baca. Ia menilai perhatian terhadap detail tersebut sangat membantu dalam menghasilkan dokumen kurikulum yang lebih baik dan berkualitas. Selain itu, Kaprodi mengajak seluruh dosen untuk terlibat aktif dalam memberikan saran dan masukan. Menurutnya, partisipasi semua pihak sangat diperlukan agar kurikulum yang disusun semakin sempurna dan relevan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Program Studi TIPS atas inovasi yang dilakukan dalam penyusunan kurikulum. Ia menilai bahwa pendekatan OBE yang diterapkan telah menghadirkan suasana baru dalam pengembangan kurikulum di lingkungan perguruan tinggi. Kurikulum tersebut disusun berdasarkan data yang diperoleh dari tracer study serta masukan dari alumni dan pengguna lulusan. Dengan pendekatan tersebut, kurikulum tidak lagi didasarkan pada kebiasaan lama atau keinginan individu dosen semata. Sebaliknya, kurikulum dirancang sesuai dengan kebutuhan nyata dunia kerja dan perkembangan masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Siswanto berharap model penyusunan kurikulum berbasis data seperti ini dapat diterapkan oleh program studi lain di lingkungan UIN Madura. Menurutnya, setiap kurikulum harus memiliki dasar yang kuat agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan para pemangku kepentingan dalam setiap proses pengembangan kurikulum. Selain memberikan apresiasi kepada Program Studi TIPS, beliau turut menyampaikan terima kasih kepada Dr. Nuansa Bayu Segara, M.Pd. atas kontribusinya sebagai narasumber dan pendamping. Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan kurikulum berbasis OBE yang disusun dapat menjadi pijakan dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pada sesi inti FGD, narasumber Dr. Nuansa Bayu Segara, M.Pd. menjelaskan bahwa implementasi Outcome-Based Education (OBE) tidak hanya berkaitan dengan perubahan kurikulum, tetapi juga mencakup perubahan paradigma dalam pembelajaran dan penilaian. Menurutnya, OBE terdiri atas tiga komponen utama, yaitu Outcome-Based Curriculum (OBC), Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT), serta Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBAE). Kurikulum disusun berdasarkan profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), kemudian diturunkan menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Sub-CPMK yang lebih spesifik. Selain itu, proses pembelajaran harus berorientasi pada mahasiswa melalui pendekatan student centered learning. Sementara itu, sistem penilaian dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran untuk mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa secara lebih komprehensif.

Dalam sesi diskusi, peserta mengajukan sejumlah pertanyaan terkait implementasi OBE pada tingkat mata kuliah, terutama mengenai hubungan antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa setiap CPL yang telah ditetapkan dalam kurikulum dapat diturunkan menjadi satu atau lebih CPMK sesuai kebutuhan mata kuliah, kemudian dikembangkan menjadi sejumlah Sub-CPMK yang digunakan selama proses pembelajaran satu semester. Narasumber menegaskan bahwa setiap Sub-CPMK harus menunjukkan perkembangan kemampuan mahasiswa dan tidak boleh diulang pada pertemuan berikutnya agar proses pengukuran capaian pembelajaran dapat dilakukan secara valid. Selain itu, meskipun suatu CPMK digunakan untuk beberapa materi yang berbeda, setiap pertemuan tetap harus memiliki rumusan Sub-CPMK yang spesifik sesuai dengan konten yang dipelajari. Dengan demikian, ketercapaian kompetensi mahasiswa dapat dipantau secara sistematis mulai dari tingkat Sub-CPMK, CPMK, hingga CPL.