Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

tips@iainmadura.ac.id

Tadris IPS UIN Madura Gelar 2nd Renaisans International Conference on SDGs 2026

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi TIPS
  • Kamis, 21 Mei 2026
  • Dilihat 65 Kali
Bagikan ke

Pamekasan - Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) IAIN Madura kembali menyelenggarakan kegiatan akademik berskala internasional bertajuk 2nd Renaisans International Conference on Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Mei 2026, dengan melibatkan berbagai akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara. Konferensi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Tadris IPS dalam meningkatkan dan mengembangkan budaya akademik dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan kerja sama akademik baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini, Tadris IPS UIN Madura berharap mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan isu pembangunan berkelanjutan.

Konferensi tahun ini mengangkat tema “Strengthening Education for Sustainable Development (ESD) in Realizing National Resilience.” Tema tersebut dipilih sebagai bentuk perhatian terhadap pentingnya pendidikan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Pendidikan dipandang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan global di masa depan. Selain itu, konsep Education for Sustainable Development (ESD) dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, sosial, budaya, dan teknologi. Tema konferensi pada kali ini diharapkan mampu melahirkan gagasan, solusi, serta inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Konferensi internasional ini menghadirkan empat keynote speakers dari berbagai negara dan universitas ternama. Para pembicara tersebut ialah Prof. Shirai Katsuhisa, Ph.D. dari Aichi Toho University Jepang, Prof. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya Indonesia, Kenji Nakamura, Ph.D Student dari Hiroshima University Jepang, serta Dr. Azhar Ibrahim dari National University of Singapore (NUS) Singapura. Kehadiran para keynote speakers tersebut memberikan pandangan dan wawasan internasional terkait pentingnya pendidikan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global. Materi yang disampaikan juga membahas berbagai isu strategis seperti pendidikan, budaya, teknologi, kecerdasan buatan, hingga kebijakan publik dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan adanya narasumber dari berbagai negara, peserta konferensi memperoleh perspektif akademik yang lebih luas dan beragam.

Konferensi ini juga diikuti oleh berbagai peserta dari beragam universitas dan institusi Pendidikan dengan total 49 naskah. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang akademik yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan berkelanjutan. Sebelum kegiatan berlangsung, para peserta telah mengumpulkan naskah artikel ilmiah sebagai bentuk kontribusi akademik dalam konferensi tersebut. Artikel yang dikumpulkan membahas berbagai topik sesuai dengan subtema yang telah ditentukan oleh panitia. Subtema tersebut antara lain Environmental and Energy for Supporting ESD, Culture and Social for Supporting ESD, Technology and AI for Supporting ESD, & Policy and Regulation for Supporting ESD. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk memperkenalkan hasil penelitian mereka kepada publik akademik yang lebih luas.

Pelaksanaan konferensi dibagi menjadi dua sesi utama, yaitu Main Session dan Parallel Session. Main Session merupakan sesi utama yang berisi pemaparan materi dan diskusi dari para keynote speakers terkait tema besar konferensi. Pada sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai isu Education for Sustainable Development (ESD) dan kaitannya dengan ketahanan nasional. Sementara itu, Parallel Session menjadi ruang bagi para presenter untuk menampilkan hasil penelitian mereka melalui presentasi artikel dan video presentasi yang telah dikumpulkan sebelumnya. Setelah presentasi berlangsung, sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab antara presenter dengan peserta lainnya sehingga tercipta pertukaran gagasan secara akademik.

Melalui kegiatan ini, Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial UIN Madura berharap mampu memperkuat budaya penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan akademik. Konferensi internasional ini juga diharapkan dapat menjadi media untuk mempererat hubungan kerja sama antaruniversitas dari berbagai negara. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung tercapainya tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui sektor pendidikan. Dengan adanya konferensi ini, mahasiswa dan akademisi diharapkan semakin aktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, Tadris IPS IAIN Madura berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik internasional yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak luas bagi dunia pendidikan.